Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, April 10, 2009

GARIS


Garis ini miliknya ramai,
Sedetik teronar,
Banyak rasa merintih.

Mampukah titis sayu mengubat rindu?
Bisakah nyilu hati membalik waktu?

Lontarkan dengan keras wahai suara!
Tak kan pantul tinta biasa ke langit buat bicara tanpa mata sama yang Qawil.

Namun ada jiwa luar garis ini...
Berbisik pada yang Rahman...
Agar menyentuh jiwa yang meruntun itu.
Merayu pada yang Rahim...
Agar jiwa itu punya kedamaian.

Garis ini tidak akan punya sempadan.

Percayalah.

buat teman yang tabah di pejabat ;)
april10.09

Tuesday, March 10, 2009

BULAN


Kelmarin.
Aku benci bulan terang.
Bukan benci pada bulan.

Dulu.
Punya hati dua jiwa.
Mulus rasa tak terungkap.

Masih.
Mengaduh memang biasa.
Tapi tak semua orang rasa.

Semalam.
Aku langut lagi ke atas.
Terang bulan hingga ke dada.

Malam.
Aku baring berbumbung langit.
Ada bayang pada bulan.

Pagi.
Dalam lena aku terbayang.
Titis sayu ada padanya.

Sekarang.
Walau kabur,ia jelas.
Aku tahu itu siapa.
Dia juga benci purnama.

09febuari09

Friday, April 25, 2008

Ibu dan Ayah


Ibu dan ayah
Aku putera dan puterimu
Dulu tangis dalam buaian
Bersama iringan lagu dan nyanyian
Bersama pesan dan ingatan...

Ibu dan ayah
Dengar tangisanku
Aku masih kelaparan
susu ibu...
Rindukan peluk ciummu
Kesejukan tanpa dakapanmu

Ibu dan ayah
Biarpun sekali sekala
Ada ombak memukul pantai
Ada taufan menggoncang dada...
Ada kata yang amat bisa
Tersenyummu tetap tenang...

Ibu dan ayah
Dilehermu ada sebutir tanda...
Aku putera puterimu
Masih memerlukan petunjuk.


Allahyarham Ayahanda Hj. Mohd. Salleh Bin Ahmad Bin Maklum
One of his last poems, 1999


Related Posts with Thumbnails

Twitter Updates

Twitter / anuarsalleh